Dosenku Malang, Aku teramat Malang (part I)

Posted by Sepercik Tinta Senin, 19 September 2011 0 komentar



Edukasi bila diceritakan takan cukup ribuan Giga untuk menyimpanya. Polemik, Masalah, kinerja dosen,Tugas, SPP, Sumbangan, cukup membuatku ‘eneg’, jenuh dan jengah. Semua berawal dari cita-citaku, ambisiku, kemauanku, kekeraskepalaanku. Cita-cita yang telah menjerumuskanku pada prosedur-prosedur yang unimportant and unuseful. Aku benci dengan ketentuan-ketentuan dan persyaratan diatas kertas, perjanjian-perjanjian yang tak konsekuen.
Terhitung akhir September Aku resmi menjadi tingkatan tertinggi dari semua pelajar, Yaitu “Mahasiswa”, Ku korbanku tabunganku, jerih payahku selama 11 bulan dipedalaman Sumatra, ku kumpulkan koin demi koin penghidupan, bukan otak yang kupakai kala itu, tapi otot, kaki kulangkahkan, tanganku ayunkan untuk menjadi buruh pembuka lahan baru untuk perkebunan, melintasi rawa, belantara Sumatra, kutebangi pohon2 hutan lindung disana.
Ragaku memang disana kawan, tapi jiwa ini pikiran ini masih berada di pulau jawa, ketika ku pegang parang untuk menebangi pohon, maka otakku dengan sangat cepat merubahnya sehingga yang ku pikirkan aku sedang berada diruangan kelas untuk mengikuti kuliah. Segenap jiwaku, seluruh ragaku kutumpahkan hanya untuk mencicipi bangku yang katanya bisa membuat orang menjadi luar biasa, bangku kuliah.
Dengan kemauan kuat dan dengan dukungan dari kakak tercintaku, akhirnya aku masuk dalam daftar mahasiswa Teknik Informatika, ini adalah pilihan kedua saat itu, dalam opsi yang pertama, aku sangat menginginkan untuk mengarungi dunia, menjelajahi bumi ini, dank ala itu aku sangat teropsesi untuk menguasai sastra inggris.
Doa yang kupanjarkan setiap kepala ini bersujud kepada Illahi, ternyata membuahkan sejuta jalan untuk menjadi seorang mahasiswa, akhirnya ku perolah perkerjaan sebagai Kuli Warnet. Ku asah semua kemampuanku, kucurahkan butir-butir ilmu yang kudapat di SMA, kutuangkan dalam manajemen warnet dengan tujuan agar ku bisa melakukan yang terbaik untuk warnetku.
Semester I berlalu, kini yang kuhadapi adalah semester II, semester II pun tak kalah hebohnya.  Dengen sederatan syarat untuk mengkitui UAS, KRS,MID, maupun syarat yang bertele-tele dan memusingkan kepalaku, pusing bukan karena tugas, bukan juga karena tak bisa mengikuti kuliah, tapi pusing karena DUWIT kawand. Iya the bih problem in my study is money. Penghasilanku hanya 125 MB tapi pengeluaraanku 1 Giga kawand, tentunya ini menimbulkan disconnected dalam jaringan kuliahku. Ini yang dinamakan dengan ketidakbahagiaan dalam hidup. Dengan memitnya bandwith dari orang tua, saudara akhirnya, bisa connected, dan akhirnya semester I kuucapkan Alhamdulilah  dengan IP 3.29.
Jelek dan sangat jelek menurutku, satu semester berjalan, dan Cuma diajari mewarnai, buat itung2an di Delphi kenapa dapet B, dalam hati sempat berfikir, oh ternyata aku masih kurang pinter mewarnai, maklum saja kawand, dulu aku gak sekolah TK jadinya Delphi dapet B,batinku ICA ( Ihhhh cape deh…..) gokil sangat menurutku………
Dari Sumatra kakak tercintaku mengirimkan badnwitch, dan receiverku aku setting mejadi super, tujuanya agar penerimaanya kuat. Perkiraanku semakin kacau kala itu teman, tak ada dalam dikiranku, sungguh sangat mengherankan dan ini adalah kekejaman dan tindak yang tidak berperikemanuasiaan (agak lebay sithik), ketiku ku gak bisa  membayarkan apa yang seharusnya aku bayar, maka ada sebuah pengumuman yang semakin lama membuatku tercekik, yang semakin menyulitkan, menurutku ini bukan penyelesaian yang baik, yaitu tentang denda keterlambatan sebesar *%, setelah berkelut dengan masalah ujian akhir yang shock kenapa tak dapat mendapatkan nilai A padahal cumin ujian mewarnai pada Delphi, kini ku harus mencari kesana kesini untuk membayarkan denda, sebuah lagu dari bang Haji yang paling tepat bagi aku yaitu “yang kaya makin kaya, yang miskin semakin miskin”,
Apakah anda piker ini sakah dari pihak kampus kawand? Saya jawab tidak, karena di awalah surat perjanjian sudah ku tanda tangani, tepatnya orang tuaku sudah tanda tangan, untuk mengikuti semua aturan yang ada, dan mengikuti procedural-prosedural yang ada, dan kesalahanku saat itu adalah kenapa saya tidak menayakan apa point-point peraturan tersebut, dan pada kahirnya aku terjebak dalam dunia pendidikan tepatnya bisnis dalam bidang pendidikan. Kubuang jauh-jauh tentang denda itu kawand, dan saya piker ini bukan masalah besarnya denda tapi masalah penyelesaian yang tidak melibatkan hati nurani, ini menggambarkan bagaimana uang telah mengendalikan semua aspek kehidupan, telah menyusup dalam pendidikan, dunia yang sebenernya harus diperhatikan dan dinomersatukan karena peranan yang sangat penting bagi kelangsungan negeri ini, tapi ketika sudah dimasuki bisnis yang terjadi alaha seperti ini kawand, dimana seorang warga Negara yang menginginkan pendidikan  harus mengikuti prosdural-prosedural yang berbelit-belit, terutama masalah DUWIT, tingginya biaya kuliah, yah pendidikan memang mahal kawand. Tapi harapan kita semua, dengan  biaya pendidikan yang tinggi seharusnya diserai dengan mutu pendidikan yang tinggi. Karena banyak dari kita yang menginginkan kuliah tapi harus berhadapan dengan kerasnya hidup, sebelum memutuskan untuk kuliah banyak diantara kita yang harus bekerja keras, menahan kelopak mata agar tidak terlelap, harus bermain dengan waktu, pagi, siang malan dicurahkan, tenaga dikuras, kemapuan diforsir, semua itu dilakukan untuk meningkatkan intelektual demi kemajuan bangsa ini, sebagai lembaga pendidikan diharuskan merespon baik kemauan itu, liatlah didesa-desa terpencil, banyak diantara mereka yang memiliki otak yang brilian tapi tak ada faslitas untuk mengembangkanya, banyak diantara mereka yang sudah mempunyai fasilitas tapi malah digunakan semauanya.
Sore itu, tepatnya hari rabu kelas kebetulan sampai malam, dan jam terkahir akan segera dimulai, sang dosenpun menuliskan tugas di whiteboard kelas, aku kala itu tertunduk di barisan bangku paling depan, tertunuduk bukan karena tugas yang diberikan tapi mendapatkan kabar ayahku batu ginjalnya kumat dan dirumah sedang terjadi siding keluarga untuk dioperasi ataukah di bwa ke obat tradisonal. Ketika teman-temanku mulai menghela nafas, karena tugas yang mereka bilang tak sesuai dengan mata kuliah, makapikiranku saat itu hanya tertuju pada seorang ayah, yang sangat mencintai aku, ketika rekan kuliah-kuliahku mengeluh karena tugas yang mereka bilang susah, sensor telingaku merubahnya menjadi frekuensi rtertentu yang itu adalah suara rintihan ayahku yang kini terkapar dirumah sakit, gejolak yang membuatku sedikit terkuras secara emosi, secara psikis amplitude konsentrasiku sudah pada level bawah, dan jam pun selesai, aku langsung pulang dan menemui ayahkau disana, ……….. ( to be continued)

Baca Selengkapnya ....

Durasi Puasa di Berbagai Negara

Posted by Sepercik Tinta Kamis, 04 Agustus 2011 0 komentar


1. Casey Station, Antartika: imsak pukul 6:30 pagi dan berbuka puasa pada pukul 15:48 sore (Berpuasa selama 9 jam 18 menit)

2. Perth (Australia Barat): imsak pukul 5:42 dan berbuka puasa pada pukul 17:41 (Berpuasa selama 11 jam 59 menit)

3. Jakarta : imsak pukul 4:52 dan berbuka puasa pada pukul 17:55 (Berpuasa selama 13 jam 3 menit)

4. Mekkah di Arab Saudi: imsak pukul 4:31 dan berbuka pada pukul 19:01 (Berpuasa selama 14 jam 30 menit)

5. Tokyo, Jepang: imsak pukul 3:11 dan berbuka pada pukul 18:47 (Berpuasa selama 15 jam 36 menit)

6. New York di Amerika Serikat: imsak pukul 4:25 dan berbuka pada pukul 20:12 (Berpuasa selama 15 jam 47 menit)

7. London, Inggris: imsak pukul 2:45 dini hari dan berbuka pada pukul 20:50 malam (Berpuasa selama 18 jam 5 menit)

8. Provideniya, di Rusia: imsak pukul 1:46 dini hari dan berbuka puasa pada pukul 21:43 malam, (Berpuasa selama 19 jam 57 menit)


Pertanyaan, mengapa ada saudara2 kita yang berpuasa lebih lama?

Jawaban :

Bumi dalam mengelilingi matahari tidaklah lurus melainkan miring, sehingga dalam waktu tertentu (maret - september), negara2 di belahan bumi utara menerima cahaya matahari lebih lama dari yang di selatan, dan di waktu yang lain (oktober - februari) negara2 di belahan bumi selatan menerima cahaya matahari lebih lama dari yang di utara)

Jadi, beruntunglah kita yang tinggal di Indonesia, karena durasi berpuasa kira-kira 12 jam jika dibandingkan dengan negara lainnya seperti Eropa yang durasi puasanya rata-rata 15-16 jam.


source: kaskus

Baca Selengkapnya ....

Syi'ir Tanpo Waton Al-Magfurlah KH Abdurrahman Wachid (Gus Dur)

Posted by Sepercik Tinta 0 komentar
استغفر الله ربّ البرايا # استتغفر الله من الخطا يا
ربّي زدني علما نافعا # ووفّقني عملا صالحا

يا رسول الله سلام عليك # يا رفيع الشان و الدرج
عطفة يا جيرة العالم # يا أهَيل الجود والكرم
Ngawiti ingsun nglaras Syiiran
Kelawan muji marang Pangeran
Kang paring rahmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mong ngaji Syare'at bloko
Gur pinter ndongeng, nulis lan moco
Tembe mburine bakal sengsoro

Akeh kang apal Qur'an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe gag di gatekke
Yen isih kotor ati akale

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nisto

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma'rifate
Ugo hakikot manjing rasane

Al-Qur'an Qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing njero dodo

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu'jizat Rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman

Kelawan Allah kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadhohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran

Kelawan konco dulur lan tonggo
kang podo rukun ojo ngasio
Iku sunahe Rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito

Ayo nglakoni sakabehane
Allah kang bakal ngangkat derajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese

for video


Baca Selengkapnya ....

Coreflood, Malware Pencuri Password Kartu Kredit

Posted by Sepercik Tinta Jumat, 29 Juli 2011 0 komentar
Coreflood, Malware yang Dapat Mencuri Password Kartu Kredit
Jakarta, CHIP.co.id - David Harley, Director of Malware Intelligence di ESET, mengatakan bahwa kerugian yang dihasilkan oleh Coreflood bukanlah pada besarnya dampak yang ditimbulkan. Kemampuannya yang mampu memalsukan transaksi keuangan dan mencuri password (kartu kredit, perbankan, email dan data media sosial) lebih mengkhawatirkan dari pada volume serangannya, spamming atau serangan DdoS.
Coreflood, yang mulai aktif sejak tahun 2001 tersebut telah mampu dideteksi oleh produk keamanan ESET dan didentifikasi sebagai Win32/Afcore. Data statistik menunjukkan aktifitas Coreflood sangat tinggi pada periode 2007 dan 2009, kemudian memuncak secara dramatis pada akhir 2008. Pasca 2009 Coreflood mengalami fluktuasi aktifitas dengan intensitas yang moderate.
Coreflood adalah malware yang tergolong sangat berbahaya yang mampu merekam keystrokes dan komunikasi pribadi di komputer berbasis Microsoft Windows. Saat komputer terserang Coreflood, maka seketika itu juga komputer korban dapat dikontrol secara remote oleh komputer lain, yang dikenal sebagai command dan control (C & C) server.
Hingga saat ini Pemerintah Amerika telah mengamankan para pelaku berikut C & C server, dan serangkaian nama domain yang digunakan untuk tindak kejahatan. Hal itu dilakukan terutama agar versi baru dari Coreflood tidak bertambah dan tidak menyebar ke komputer korban.
Komputer yang telah terinfeksi Coreflood dan kemudian dikendalikan dari jarak jauh dikenal sebagai “bot”, atau kependekan dari kata “robot”   Dari informasi yang berhasil diperoleh jaringan komputer yang terinfeksi Coreflood tersebut dikenal sebagai Coreflood botnet, dan diyakini telah bercokol selama hampir satu dekade dan telah menginfeksi lebih dari dua juta komputer di seluruh dunia.
Coreflood memiliki kemampuan untuk mencuri usernames, passwords, informasi pribadi  bahkan informasi keuangan. Selanjutnya informasi tersebut kemudian digunakan untuk melakukan tindak kejahatan, yaitu menguras isi rekening yang bersangkutan.
Salah satu kasus yang berhasil diungkap, oleh pihak berwenang setempat dijelaskan bahwa, cara kerja Coreflood dalam melancarkan aksinya adalah dengan terlebih dahulu memonitor komunikasi yang dilakukan lewat internet antara bank dengan customer, kemudian Coreflood digunakan sebagai media untuk mengambil alih transaksi online banking dan akibatnya adalah dilakukannya transfer dana ke rekening tak dikenal.
Pada situasi dimana C & C server tidak merespon, Coreflood malware yang sudah ada akan tetap bekerja di dalam komputer korban, mengumpulkan informasi pribadi dan rekening.
“Yang terpenting bagi para user adalah memastikan aplikasi keamanan komputer terinstall dan mampu bekerja dengan baik. Usahakan software keamanan tersebut selalu update, dan memiliki kemampuan deteksi yang outstanding, sehingga mampu melakukan pencegahan, karena serangan malware sebenarnya bisa dicegah bahkan sejak malware tersebut akan masuk ke komputer," jelas Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT Prosperita-ESET Indonesia.

Baca Selengkapnya ....

Google Buka Kantor di Indonesia Tahun Ini

Posted by Sepercik Tinta Jumat, 22 Juli 2011 1 komentar
JAKARTA, KOMPAS.com -  Executive Chairman Google Eric Schmidt, Jumat (22/7), bertemu dengan Wakil Presiden Boediono, di Kantor Wapres. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, Schmidt mengutarakan keinginan Google untuk membuka kantor di Indonesia yang idealnya terwujud sebelum tahun 2012.

Google ingin mengembangkan bisnis lewat pengembangan platform yang berfungsi menghubungkan usaha kecil menengah di Indonesia dengan pembeli dari luar negeri.
Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat menjelaskan, Google ingin mengembangkan bisnis lewat pengembangan platform yang berfungsi menghubungkan usaha kecil menengah di Indonesia dengan pembeli dari luar negeri. Ini seperti yang sudah dilakukan Google di China. Bagi Google, ini penting untuk menambah pemasukan dari advertising , jelasnya.
Google sedang berembuk dengan Kementerian Komunikasi dan Infor matika dalam persiapan membangun bisnis di Indonesia. Perusahaan raksasa internet itu ingin membuat nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Indonesia sebagai dasar pembukaan bisnis.
Google Inc. adalah perusahaan multinasional yang melakukan investasi di bidang mesin pencari internet, cloud computing, serta teknologi periklanan . Perusahaan ini mengembangkan sejumlah produk dan layanan internet, dan banyak mendapat keuntungan dari produk periklanan, yakni lewat program AdWords mereka.

Baca Selengkapnya ....

4 Jenis Mahasiswa, Anda Termasuk Yang Mana?

Posted by Sepercik Tinta Kamis, 14 Juli 2011 0 komentar
mahasiswajepang.jpgPada saat menjadi mahasiswa baik di program S1, S2 maupun S3 di Jepang, saya mengalami berbagai proses pembelajaran yang kadang bikin geli kalau mengingatnya sekarang. Proses belajar ternyata membuat jenis dan karakter saya berubah-ubah. Kadang saya nggak sadar dengan ketidakmampuan saya, tapi kemudian kenyataan menyadarkan saya bahwa saya tidak mampu, dan akhirnya setelah saya belajar keras saya jadi sadar apa saja kemampuan saya. Di sisi lain agak sedikit berbahaya ketika saya tidak sadar dengan kemampuan saya. Jadi kayak bunglon dong? Hmm lebih tepatnya bunglon darat ;) . Terus saat ini anda termasuk jenis mahasiswa yang mana? Mari kita lihat bersama.
1. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Ketidakmampuannya (Unconsciously Incompetent)
Tahun 1994, kehidupan saya di Jepang di mulai. Saya beserta 14 orang yang lain sekolah bahasa Jepang di Shinjuku, nama sekolahnya Kokusai Gakuyukai. 1 tahun belajar bahasa Jepang, kita berhasil menghapal sekitar 1000 kanji. Kemampuan bahasa Jepang level 1 menurut Japanese Language Proficiency Test alias Nihongo Noryoku Shiken. Kebetulan karena saya senang nggombalin orang ngomong, percakapan bahasa Jepang saya cukup terasah (pera-pera). Di Kokusai Gakuyukai, kita juga diajari pelajaran dasar untuk Matematika, Fisika dan Kimia. Ini juga nggak masalah. Kurikulum Indonesia yang padat merayap plus rumus-rumus cepat ala bimbel :D , membuat soal-soal jadi relatif mudah dikerjakan. Karena saya newbie di dunia komputer, padahal harus masuk jurusan ilmu komputer, saya beli komputer murah untuk saya oprek. Newbie? yah bener, saya gaptek komputer waktu itu. Saya kerja keras, saya bongkar PC, saya copoti card-cardnya karena pingin tahu, sampe akhirnya rusak hehehe. Terus nyoba mulai install Windows 3.1. Lebih dari 3 bulan, tiap malam saya keloni terus itu komputer, jadi lumayan mahir lah. Tahun 1995, masuk ke Saitama University dengan sangat PD dan semangat membara :) . Nah pada tahap ini saya sebenarnya masuk ke jenis mahasiswa yang tidak sadar akan ketidakmampuannya. Dikiranya semua sesuai dengan yang dibayangkan dan diangankan.
2. Mahasiswa Yang Sadar Akan Ketidakmampuannya (Consciously Incompetent)
Masuk kampus, ternyata bekal kanji 1000 huruf nggak cukup. 1000 kanji itu level anak SD atau SMP di Jepang. Saya perlu lebih dari 30 menit untuk membaca 1 halaman buku textbook pelajaran, padahal orang Jepang hanya perlu 2-3 menit :(  Kemahiran percakapan juga nggak banyak menolong karena mahasiswa Jepang membentuk grup-grup. Saya satu-satunya mahasiswa asing di Jurusan, nggak kebagian teman, meskipun sudah kerja keras tegur sapa, ngajak kenalan, nanya jam, nanya mata pelajaran, dsb. Matematika, Fisika, dan Kimia sebenarnya mudah, hanya masalahnya karena Kanji terbatas, kadang saya nggak ngerti yang ditanyain apa. Jadi kadang saya kerjasama dengan mahasiswa Jepang disamping saya, dia ngerti apa yang ditanyain, tapi nggak bisa ngerjakan. Sebaliknya saya nggak ngerti yang ditanyain, tapi sebenarnya bisa ngerjain … hehehe. Untuk praktek di lab komputer, ternyata semua pakai terminal Unix (Sun), sama sekali nggak ada mesin yang jalan under (Microsoft) Windows. Yang pasti, harus sering mainin command line di shell, untuk ngedit file hanya bisa pakai emacs, browsing hanya bisa pakai mosaic, laporan harus pakai latex, buat program harus pakai bahasa C atau perl (CGI) untuk yang berbasis web. Kenyataan membuat saya sadar akan ketidakmampuan saya :) .
3. Mahasiswa Yang Sadar Akan Kemampuannya (Consciously Competence)
Karena sadar bahwa banyak hal yang ternyata saya belum mampu, yang saya lakukan adalah belajar keras. Saya kurangi tidur, saya perbanyak baca, perbanyak beli buku, beli kamus elektronik, banyak diskusi dengan teman-teman mahasiswa Jepang. Saya mulai banyak bermain-main dengan Linux dan FreeBSD di rumah untuk kompatibilitas dengan tugas kampus. Nyambung internet dengan dialup, mulai belajar mengelola server, mulai membuat program kecil-kecilan dengan bahasa C dan Perl. Banyak kerja part time, mulai dari nyuci piring, interpreter, code tester dan programmer. Saya mulai aktif di dunia kemahasiswaan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, termasuk ikut mengurusi Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang sampai pernah terpilih jadi ketua umumnya. Knowledge dan skill di kampus terasah, experience dan manajemen keorganisasian juga terasah. Alhamdulillah saya mulai banyak punya teman Jepang, kadang makan bareng, main bareng atau ngoprek komputer bareng di asrama mereka. Untuk menambah ilmu kadigdayaan (sebenarnya sih untuk keperluan kerja part time ;) ), saya menambah peliharaan komputer di apartemen dengan Apple Macintosh dan beberapa Unix machine.
Tahun pertama dan kedua terlewati dengan baik, nilai lumayan dengan nuansa penuh kegembiraan. Saya berusaha semaksimal mungkin “menjual” kemampuan saya, baik dalam bentuk jasa alias sebagai interpeter, lecturer, programmer, software engineer, maupun dalam kemasan produk software yang saya buat (sistem informasi rumah sakit, sistem informasi periklanan, web application, network management system, dsb). Alhamdulillah saya sudah bisa mandiri dan mendapat banyak pengalaman dan keuntungan finansial mulai tahun ketiga kehidupan saya di Jepang, sehingga akhirnya saya putuskan menikah “dini” supaya lebih tenang, aman dan sehat ;) . Nah pada masa ini jenis saya adalah semakin sadar akan kemampuan saya :) .
4. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Kemampuannya (Unconsciously Competence)
Saya banyak ngejar kredit di tahun 1 dan 2, dengan harapan bisa tobikyu (loncat tingkat), meskipun saya kemudian nggak minat lagi karena ternyata di Jepang kalau kita loncat langsung ke program Master (S2), ijazah S1 nggak diberikan oleh Universitas. Resiko besar kalau saya balik Indonesia tanpa ijazah S1, urusan birokrasi pemerintahan (PNS) akan merepotkan, apalagi kalau nanti nyalon jadi walikota semarang, bisa kena pasal ijazah palsu … hehehe. Akhirnya tingkat 3 kuliah banyak kosong (sudah terambil di tingkat sebelumnya). Part time juga saya lebih selektif, hanya di bidang garapan saya saja, yang bisa kerja remote dan lebih bebas waktunya. Tidak ada lagi tempat untuk kerja kasar nyuci piring atau angkat karung. Saya terpaksa ambil mata kuliah jurusan lain untuk menjaga ritme kampus. Meskipun kadang ditolak professor pengajar, karena saya ambil mata kuliah semacam combustion, teknologi pendidikan, sistem tata kota, dsb yang nggak ada hubungan dengan computer science. Akhirnya karena keasyikan ngambil kredit, nggak sadar kelebihan kredit. Total terambil 170 kredit, padahal syarat lulus S1 hanya 118 kredit :D.
Sehari hampir 18 jam di depan komputer, kecuali tidur sekitar 6 jam, tugas kampus juga saya kerjakan dengan baik. Akhirnya masuklah saya ke masa, “nggak ngerti lagi mau ngapain di Internet” :D . Saya mulai suka iseng dan banyak aktif di dunia underground dengan berbagai nama samaran. Saya kadang membuat program looping tanpa stop untuk mbangunin admin kampus, alias men-downkan server karena overload CPU dan memori. Kadang nge-brute force account teman untuk ambil passwordnya, sehingga bisa baca email-email cintanya ;) . Sampai akhirnya saya pernah kena skorsing 3 bulan karena ngecrack account professor-professor di kampus. Nah di masa ini, saya berubah jenis sebagai mahasiswa yang nggak sadar bahwa punya kemampuan untuk berbuat negatif dan merusak kestabilan kampus :) .
Di sisi lain, saya banyak mendapatkan knowledge di Universitas, formal language dan automata, software project management, software metrics, requirement engineering, dsb yang pada saat dapat kita mikirnya ini nanti dipakai dimana yah :) . Tapi ternyata semua itu bekal yang cukup berguna ketika harus masuk ke dunia industri dan menggarap project-project yang lebih riil. Kondisi seperti ini juga termasuk dalam posisi yang tidak sadar akan kemampuannya :)
Bagaimanapun juga mahasiswa sebaiknya di arahkan untuk menjadi jenis ke-3, yang sadar akan kemampuannya dan menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif. Kalaupun ada mahasiswa yang dengan skillnya terjebak tindakan negatif, pembimbing ataupun dosen juga harus bijak mensikapi. Bagaimanapun juga ini semua adalah proses belajar dan proses pematangan diri. Sebagai tambahan, 4 hal diatas diformulasikan orang dan terkenal dengan nama teori Experiential Learning. Lalu anda termasuk yang mana? Silakan dijawab sendiri.
Yang paling penting, apapun jenis anda, jangan pernah menyerah dan tetap dalam perdjoeangan !
source : http://romisatriawahono.net/2007/07/08/4-jenis-mahasiswa-anda-termasuk-yang-mana/

Baca Selengkapnya ....
Original design by Bamz | Copyright of Blog Pintar.